<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905</id><updated>2012-02-17T07:48:06.326+07:00</updated><category term='pecinta Alloh sejati'/><category term='kesuksesan'/><category term='filosofi hidup'/><category term='kenyataan kehidupan'/><category term='mujahadah'/><category term='kebahagiaan'/><category term='sufi'/><category term='syukur'/><category term='syekh abdul qodir al-jailani'/><category term='as-sunnah'/><category term='kh khamim jazuli'/><category term='syech ahmad'/><category term='suluk'/><category term='tasawwuf'/><category term='imam ghozali'/><category term='suri tauladan'/><category term='walisongo'/><category term='sholat'/><category term='KEYAKINAN'/><category term='fatamorgana dunia'/><category term='diriku'/><category term='AL ANKABUT'/><category term='makna kehidupan'/><category term='al-qur&apos;an'/><category term='kufur'/><category term='keserhanaan'/><category term='tipu daya dunia'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Satu Syahadat</title><subtitle type='html'>Berbagi pengalaman dan pengetahuan dunia islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-2346990465873701020</id><published>2011-02-23T01:16:00.001+07:00</published><updated>2011-02-23T01:27:44.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fatamorgana dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tipu daya dunia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pecinta Alloh sejati'/><title type='text'>fatamorgana dunia</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:11.0pt"&gt;Seyogyanya kt sebagai seorang muslim harus mewaspadai ttg fatamorgana dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:11.0pt"&gt;Mempelajari dr firman Alloh:&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:9.0pt;color:black"&gt;Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah.” (QS. Luqman [31]: 33)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:9.0pt;color:black"&gt;Kehidupan dunia hanya kesenangan sementara, namun banyak yang tidak selamat pada jebakan itu. Nafsu menjadi pengendali hidupnya, hingga tidak pernah ada kepuasan atas apa yang dimiliki. Semua selalu kurang dalam pandangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:9.0pt;color:black"&gt;Mengapa hanya karena untuk memenuhi kebutuhan dunia, manusia rela mengorbankan waktu, tenaga, fikiran? Seolah-olah dunia adalah segalanya? Penyebabnya karena dunia dianggap penting! Semakin orang menganggap penting suatu perkara, maka semakin besar pula pengorbanan untuk mencapai hal tersebut. Demikian pula dengan kehidupan duniawi, hingga ibadah pun biasa saja, sekadar luput dari kewajiban.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:9.0pt;color:black"&gt;Sebagai contoh, banyak orang menunda panggilan muadzin untuk bersegera melakukan shalat, hanya karena rapat belum selesai. Itu terjadi karena rapat dianggap lebih penting daripada shalat. Betapa sombongnya kita seolah-olah kehidupan ditentukan oleh kita lewat rapat tersebut. Seolah-olah tahu yang akan terjadi, dan semuanya tergantung pada ikhtiar kita. Padahal, segala sesuatu itu terjadi mutlak kehendak Allah yang Maha Menentukan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:9.0pt;color:black"&gt;Banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada ikhtiar, ilmu, tenaga dan kecerdasannya, lupa kepada sang Maha Pemberi Segalanya. Kejayaan dunia, harta dan tahta menjadi tolak ukur kemuliaan dalam hidup. Hatinya telah tertutup dengan silaunya dunia, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah al-baqarah [2]: 212): “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Arial;font-size:9.0pt;color:black"&gt;Cukuplah Allah segala-galanya bagi kita, Ia Maha Tahu yang terbaik bagi kita. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kasih dan Sayang. Insya Allah, bagaimanapun banyaknya masalah yang dihadapi namun bagi orang yang hatinya sudah mantap kepada Allah, tidak ada gentar ataupun takut. Allah telah memberikan ketenangan hati padanya dan solusi dari jalan yang tidak disangka-sangka serta dibukakan hikmah dari setiap kejadian. Semoga kita selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan menjadi pecinta Allah sejati.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-2346990465873701020?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/2346990465873701020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=2346990465873701020&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/2346990465873701020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/2346990465873701020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2011/02/fatamorgana-dunia.html' title='fatamorgana dunia'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-6186515128484331950</id><published>2011-02-23T00:32:00.003+07:00</published><updated>2011-02-28T08:27:50.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keserhanaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kh khamim jazuli'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suri tauladan'/><title type='text'>selayang pandang ttg gus miek</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Mengenang salah satu tokoh karismatik n "nyentrik" dr kediri yatu kh.khamim djazuli atau lebih populer dipanggil gus miek.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Kota Surabaya, salah satu kota yang menjadi favourite Gus Miek, dan salah satu tempat yang paling sering beliau singgahi adalah kafe di Hotel Elmi. Suasana malam khas kafe yang gaduh, dimana entakan musik menggebrak malam, dan disudut-sudut ruangan penuh kepulan asap rokok yang menyesakkan dada, berbaur bau alkohol yang menusuk hidung. Disalah satu sudut pojok ruangan kafe terlihat seorang lelaki berwajah teduh sedang mengobrol dikelilingi beberapa orang. Tubuhnya sedang, rambutnya ikal dan diantara jemari tangannya terselip sebatang rokok.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Terdengar kalimat-kalimat yang menyejukkan dan sesekali terdengar tawa segar. Menurut orang-orang yang ada disekelilingnya tersebut, lelaki itu selain ada di kafe ini juga dikenal di beberapa diskotik di Surabaya. Dan mereka semua memberikan julukan "Kyai Nyentrik".&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Itulah dunia K.H. Khamim Jazuli alias Gus Miek. Ia adalah tokoh sentral sema’an Al-Qur’an yang pengikutnya ribuan orang. Sema’an adalah kegiatan membaca dan mendengarkan Al-Qur’an berjama’ah atau bersama-sama, dimana dalam sema’an itu juga selain mendengarkan Al-Qur’an, yang hadir ( sami’in) juga bersama-sama melakukan ibadah sholat wajib secara berjama’ah juga sholat-sholat sunnah yang lain, dari ba’da Subuh hingga khatamnya Al-Qur’an. Gus Miek memiliki seorang istri dan lima orang anak. Beliau dikenang sebagai Kiai yang mengayomi umat, terutama rakyat jelata. Ke khasan gayanya dalam menyebarkan kebenaran sangat langka dan tidak seperti ulama pada umumnya. Lahan garapannya adalah orang-orang pinggiran dan para ”manusia malam”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Dari berkelana timbullah gagasan dr gus miek ttg sema’an Al-Qur’an. Saya ingin benar dan tidak terlalu banyak salah. Maka saya ambil langkah silang dengan menganjurkan pada para santri untuk berkumpul sebulan sekali, mengobrol, guyonan santai, diiringi hiburan. Syukur-syukur jika hiburan itu berbau ibadah yang menyentuh rahmat dan nikmat Allah. Kebetulan saya menemukan pakem bahwa pertemuan seperti itu jika dibarengi membaca dan mendengarkan Al-Qur’an, syukur-syukur bisa dari awal sampai khatam, Allah akan memberikan rahmat dan nikmatNYA.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Jadi menurut Gus Miek, secara batiniah sema’an Al-Qur’an adalah hiburan yang hasanah, hiburan yang baik. Selain juga merupakan upaya pendekatan diri kepada Allah, dan sebagai tabungan di hari akhir. Itu yang harus bener-benar diyakini oleh jema’ah sema’an Al-Qur’an. Orang yang mendengarkan dan membaca Al-Qur’an mendapat pahala yang sama. Malah dalam sebuah ulasan seorang ulama dikatakan bahwa orang yang mendengarkan bacaan Al-Qur’an pahalanya lebih besar daripada yang membacanya, sebab pendengar lebih bisa menata hati, pikiran dan telinga serta lebih fokus pada pendekatan diri kepada Allah. &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Satu-satunya upaya untuk mengutarakan sesuatu kepada Allah menurut beliau ialah lewat Majelis sema’an Al-Qur’an ini. Karena berdasarkan sebuah hadis, ”barang siapa ingin berkomunikasi dengan Allah, maka beradalah ditengah-tengah suatu majelis yang didalamnya mengalun Al-Qur’an.”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Gus Miek memang memiliki kelebihan yang unik. Beliau lebih suka memakai pakaian trendi ketimbang sorban, jubah maupun sarung. Pergaulannya pun sangat luas. ” Saya merasa dituntut menguasai bahasa kata, bahasa gaul, dan bahasa hati,” tutur beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Pada saat saya masuk diskotik, kafe atau karaoke, saya hanya bisa tertawa. Saya senang tapi saya lebih tertarik pada pendapat seorang ulama dulu, kalau nggak salah namanya Imam Ahmad bin Hanbal. Kalau masuk ke tempat hiburan yang diharamkan oleh Islam, justru Imam Ahmad bin Hanbal malah bergabung dan berdoa, pada saat beliau dipintu masuk pertama. Doa beliau ” Ya Allah, seperti halnya Kau buat orang-orang ini berpesta pora ditempat seperti ini, semoga Engkau jadikan pula mereka berpesta pora di akherat&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Gus Miek benar-benar rendah hati. ” Saya ini bukan kiai, juga bukan ulama. Saya ini orang yang dipaksa untuk dipanggil kiai. Saya ini hanya orang yang ingin melakukan kebenaran dan tak ingin terlalu banyak salah”, kata beliau. ” Kita ini jangan sekali kali sok suci atau super bersih, sebab didunia ini ada dua penampilan. Pertama, penampilan sebagai manusia satu-satunya dibumi yang paling top, paling suci , paling bersih. Kedua, kebalikannya, sebagai manusia penghuni bumi yang bukan apa-apa.insyaAllah kalau dalam jiwa kita sudah tertanam perasaan sebagai hamba Allah, akan tertanam pula rasa dosa, rasa salah, rasa kekurangan, sehingga untuk memohon pengampunan kepada Allah akan lebih besar dan meningkat. Dan itu sulit, termasuk saya sendiri”, tutur beliau&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt;Selain rendah hati beliau juga pribadi yang sangat sederhana. Meski keluarganya di Kediri, namun tak seorangpun tahu keberadaannya. Jika beliau berada di Surabaya lebih sering berada dirumah salah satu sahabat beliau yaitu Bapak Syafi’i, di dekat Masjid Ampel, beliau tak segan-segan tidur di kursi plastik jebol ditemani sebuah teko kuningan berisi teh kental dan dua gelasnya. Tak lupa asbak penuh puntung rokok kretek, karena ia memang dikenal perokok berat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:Verdana;font-size:9.75pt;color:#003366"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.75pt; color:#003366"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Sosok beliau yang pergaulannya dikenal luas ini, wafat di Surabaya tepatnya di Rumah Sakit Budi Mulia, pada 5 Juni 1993, dan dimakamkan di pemakaman para Wali, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kediri. Tempat Makam ini juga beliau penggagasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Calibri;font-size:11.0pt"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-6186515128484331950?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/6186515128484331950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=6186515128484331950&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/6186515128484331950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/6186515128484331950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2011/02/selayang-pandang-ttg-gus-miek.html' title='selayang pandang ttg gus miek'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-8619853703738059902</id><published>2011-02-22T23:59:00.000+07:00</published><updated>2011-02-23T00:02:16.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syukur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kufur'/><title type='text'>syukur atau kufur</title><content type='html'>&lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:&amp;quot;Adobe Caslon Pro&amp;quot;;font-size:10.0pt; color:black"&gt;Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;aja suruh gue nginep di kantor!"&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;"job-des" gue"&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;belajar untuk tidak mengeluh.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluhkarena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai denganharapan kita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;susah, kita hanya perlu bersyukur. Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja,&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda?&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin:0in;font-family:ff0;font-size:10.0pt;color:black"&gt;atau memberikan pekerjaan tambahan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-8619853703738059902?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/8619853703738059902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=8619853703738059902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8619853703738059902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8619853703738059902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2011/02/syukur-atau-kufur.html' title='syukur atau kufur'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-1676251769492670356</id><published>2009-04-02T15:44:00.001+07:00</published><updated>2009-04-02T15:53:16.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filosofi hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makna kehidupan'/><title type='text'>KEHIDUPAN N PERENUNGANNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;         Setiap &lt;strong&gt;kehidupan&lt;/strong&gt;, takkan lepas dari berbagai hal. Banyak atau sedikit, baik atau buruknya suatu hal bukan berasal dari hal itu sendiri. Sebuah hal akan menjadi masalah ketika kita menanggapinya menjadi sebuah masalah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;  Jangan menyesali apa yang telah terjadi, kesalahan yang telah kita perbuat, atau pun kelalaian kita dalam melakukan sebuah hal dan menyelesaikan suatu masalah dimasa yang telah lalu, tapi jadikanlah itu sebagai pedoman dan acuan untuk &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; yang lebih baik dimasa yang akan datang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Jangan biarkan masalah menaklukkan kita, membuai kita dalam mimpi buruk, karena masalah adalah warna dalam &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; kita, dan kitalah yang mewarnainya. Kita adalah pemeran utama dalam skenario &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; kita. Kita yang menentukan warna dalam &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; kita. Kitalah yang memilih jalan kita masing-masing. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Banyak dari kita tidak menyadari bagaimana cara terbaik untuk menentukan warna dalam &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt;. Seringkali warna &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; kita tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kita mungkin sering menutup warna yang tidak kita inginkan dengan warna yang lain. Mungkin kita dapat melakukannya. Tapi akankah warna yang dihasilkan sesuai dengan keinginan kita?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Semuanya tergantung pilihan kita. Tidak semua orang dapat memiliki warna yang sesuai dengan keinginannya. Namun kita dapat menyerasikannya dengan warna yang lain agar menjadi warna yang sesuai dengan keinginan kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Namun banyak orang berusaha mati-matian menutup warna yang tidak diinginkan dengan warna yang diinginkan, sehingga hasil yang didapat hanyalah kekecewaan dan penderitaan. Terutama saat mereka sadar bahwa usaha mereka sia-sia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Kita ibaratkan kehidupan dengan kanvas dan hal-hal yang ada dalam &lt;strong&gt;kehidupan&lt;/strong&gt; sebagai cat untuk mewarnai kanvas tersebut. Seandainya kita menemui hal yang kita ibaratkan “Hitam” sedangkan yang kita inginkan adalah hal yang kita ibaratkan “abu-abu”. Maka tidakkah lebih bijak, jika kita mewarnai hal yang “hitam” tersebut dengan hal yang “putih”? Sehingga warna tersebut akan menjadi sesuai dengan keinginan kita yaitu “abu-abu”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Namun pada umumnya, sebagian besar orang mewarnai warna “hitam” tersebut dengan warna “abu-abu”. Akibatnya mereka tidak akan pernah mendapatkan warna yang mereka inginkan, karena warna tersebut tidak akan pernah menjadi “abu-abu”. Dengan kata lain, mereka melakukan hal yang percuma.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Mengapa hal demikian dapat terjadi? Jawabannya sederhana, karena kita tidak pernah mau mencari warna lain selain warna yang kita inginkan. Padahal akan lebih bijak jika kita mencari warna lain yang dapat berpadu dengan warna sebelumnya, sehingga tercipta warna yang sesuai dengan keinginan kita.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Buang semua keegoisan, berpikirlah sebelum bertindak. Dan ingatlah satu hal, bahwa &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; adalah pilihan. Dan pilihan yang kita ambil hari ini, itulah yang akan menentukan masa depan kita. Biarlah semua hal yang telah terjadi dan kita lewati dimasa yang lalu, menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk mengisi lembaran-lembaran baru dimasa yang akan datang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Biarlah pengalaman mengajari kita tentang makna &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; yang sebenarnya, belajarlah darinya. Karena tak &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada guru sebaik pengalaman dan fakultas yang lebih baik daripada fakultas kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Selalu ada makna dibalik setiap &lt;strong&gt;kehidupan&lt;/strong&gt;. Jangan pernah merasa &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; ini tidak berharga, karena &lt;strong&gt;hidup&lt;/strong&gt; adalah anugrah yang indah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                                                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Mau seperti apa warna disetiap lembaran &lt;strong&gt;kehidupan&lt;/strong&gt; Anda? Semuanya tergantung pilihan Anda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-1676251769492670356?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/1676251769492670356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=1676251769492670356&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/1676251769492670356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/1676251769492670356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/04/kehidupan-n-perenungannya.html' title='KEHIDUPAN N PERENUNGANNYA'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-3347989091751687161</id><published>2009-04-02T14:56:00.005+07:00</published><updated>2009-04-02T15:42:33.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kenyataan kehidupan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kebahagiaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesuksesan'/><title type='text'>NEVER 2 GIVE UP,CMON!</title><content type='html'>&lt;p&gt;1. Hadapi kenyataan: Mungkin saja yang menjadi “polisi tidur” penghambat jalan sukses anda adalah diri anda sendiri. Seringkali langkah tersulit membebaskan diri kita dari kesulitan adalah mengakui bahwa sebenarnya kita adalah biang keladi kesulitan. Karena itu, saat anda menghadapi masalah di jalan mencapai kesuksesan, pertimbangkan dengan hati-hati apakah anda merupakan sumber semua masalah tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Anda dapat melakukan apa yang anda inginkan. Namun bagaimanapun, anda mungkin tidak mampu melakukan semua yang anda inginkan. Belenggu kita adalah kita berusaha untuk melakukan semua hal dalam sekali waktu yang sama. Meski kita bekerja keras untuk melakukan segala hal, pada akhirnya kita hanya akan menyelesaikan sedikit hal saja. Yang kita perlukan sebenarnya adalah memusatkan perhatian pada satu atau dua proyek saja, karena hal ini justru meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan apa yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-439"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Agar mendapat gambar yang jelas, anda pelu fokus. Begitu anda mengetahui proyek-proyek mana yang akan anda  erjakan, anda harus memfokuskan diri pada apa yang benar-benar diperlukan untuk mengerjakannya. Susunlah rencana selangkah demi selangkah apa dan kapan anda harus mengerjakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Apa yang tertulis di atas kertas adalah rencana, sedangkan apa yang tertulis di kepala adalah mimpi. Beberapa orang segan untuk menuliskan rencana-rencana mereka. Menulis rencana di atas kertas merupakan langkah awal menuju pencapaian hasrat seseorang. Tanpa rencana tertulis, kebanyak orang akan memulai suatu proyek namun segera perhatiannya akan teralihkan oleh banyak hal kecil yang muncul kemudian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Bila anda bergerak itu belum berarti maju. Gejala pasti anda dalam belenggu kesulitan adalah saat anda telah bekerja keras namun tidak jua mendekati titik sasaran. (Hal ini sering terjadi juga pada orang-orang yang tidak mau menyusun rencananya secara tertulis.) Agar anda dapat bergerak maju, anda harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan pada saat yang diperlukan pula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Tidak memilih adalah pilihan. Penghalang jalan lain yang kita ciptakan sendiri adalah terlalu banyak memikirkan pilihan-pilihan sehingga membuat kita tidak melakukan apa-apa. “Saya bila melakukan A, B, atau C. Kalau begitu sebaiknya saya pikirkan baik-baik,” begitulah angan-angan kita. Kemudian kita mulai merenungkannya, namun kita sama sekali tidak memutuskannya. Sebenarnya pada saat itu kita melakukan sesuatu, yaitu memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa. Tapi coba tebak apa hasilnya? Bila anda tidak melakukan apa-apa maka hasilnya pun bukan apa-apa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Pusatkan pada apa yang akan berhasil. Beberapa orang sangat pandai mencari-cari alasan mengapa sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Jangan melipatgandakan sesuatu yang akan berakibat negatif. Lipat gandakalah seuatu yang positif. Berkonsentrasilah pada apa yang akan berjalan baik bagi anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Bila tidak berhasil, jangan kerjakan. Salah satu pertanda “manusiawi” adalah “mengerjakan hal yang sama secara terus-menerus, namun mengharapkan hasil yang berbeda.” Saya cenderung untuk menyatakan itu sebagai pertanda “humanitas”. Terkadang banyak orang tidak mampu mengakui bahwa sesuatu tidak berjalan dengan semestinya karena alasan harga diri, “sudah dari sononya”, atau sikap keras kepala. Jika itu adalah anda, maka terimalah moto baru: “Jangan lakukan!” Bila segala sesuatunya tidak berjalan, hentikan, setel kembali persenelling, baru kemudian bergerak maju.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Bila anda tidak tahu, mintalah pertolongan. Kita tidak dapat mengetahui segala hal. Kita pun tak kan mampu memecahkan semua persoalan. Ada banyak konsultan, penasehat, dan pembimbing yang dapat diajak kerja sama oleh anda untuk memecahkan persoalan anda. Mintalah pertolongan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Bila tidak membuat anda bahagia, jangan kerjakan. Melaju di jalur menuju kesuksesan anda tidaklah mudah. Mungkin anda tidak mendapatkan keceriaan di setiap langkah anda sehingga membuat anda ingin kembali mundur ke garis start. Namun demikian, secara keseluruhan anda seharusnya merasa bahagia karena ini adalah jalan yang anda pilih. Bila anda tidak merasa bahagia maka anda perlu mengevaluasi tujuan anda atau bagaimana anda mencapai tujuan&lt;br /&gt;tersebut. (diadaptasi dari: 10 Tips to Getting Out of Your Own Way - Jim Allen)&lt;/p&gt; &lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=h%2BhKZZW5f6U%3D&amp;amp;cid=z960DZV8o1E%3D&amp;amp;chan=nivfGF8v%2Bp8%3D&amp;amp;type=5&amp;amp;title=2255AA&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=ffffff&amp;amp;url=2255AA" type="text/javascript"&gt; &lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-3347989091751687161?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/3347989091751687161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=3347989091751687161&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/3347989091751687161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/3347989091751687161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/04/never-2-give-upcmon.html' title='NEVER 2 GIVE UP,CMON!'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-4680693962185460200</id><published>2009-03-31T10:40:00.000+07:00</published><updated>2009-09-11T06:40:53.332+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>                                            &lt;br /&gt;                                                                                                                                                      &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="5" cellspacing="5"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td valign="top" width="75"&gt;Saat terindah bagi seorang pecinta adalah ketika ia bertemu, bercengkrama, dan berdialog dengan orang yang &lt;strong&gt;dicintainya&lt;/strong&gt;. Ketika itu, segala beban hidup dan kenestapaan akan hilang seketika. Bagi para shalihin, bertemu Allah lewat shalat adalah saat yang paling &lt;strong&gt;dinantikan&lt;/strong&gt;, karena pada waktu itulah ia bisa mencurahkan semua isi hati dan bermi'raj menuju Allah. Walau demikian, ia akan kembali lagi ke alam realitas untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dari shalatnya. Inilah makna sesungguhnya dari khusyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusyuk dalam shalat merupakan sebuah &lt;strong&gt;keniscayaan&lt;/strong&gt;. Allah SWT berfirman dalam QS. Al Mukminun: 1-3, "&lt;em&gt;Beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya dan yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada bergun&lt;/em&gt;a".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi ialah kekhusyuan.&lt;/em&gt; (HR. At-Tabrani )&lt;br /&gt;Dua keterangan di atas setidaknya mengadung pesan bahwa shalat &lt;strong&gt;seharusnya &lt;/strong&gt;mampu membawa perbaikan &lt;strong&gt;kualitas &lt;/strong&gt;hidup kita. Dengan kata lain, bila kita ingin sukses dan ingin berhasil dalam hidup ini, maka kuncinya adalah punya iman dan mampu khusyuk dalam shalat. Siapa pun di antara kita yang tidak pernah meneliti kualitas shalatnya, &lt;strong&gt;besar kemungkinan &lt;/strong&gt;ia tidak akan sukses dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat yang lain, Allah bersabda, &lt;em&gt;"Celakalah orang yang shalat, yaitu orang yang lalai dalam shalatnya"&lt;/em&gt; (QS. Al Ma'un: 4-5). Redaksi ayat tersebut bukan fi tapi an, yang menggambarkan bahayanya lalai sesudah shalat. Khusyuk ketika shalat hanya memakan waktu sekitar satu jam, sedangkan sehari 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, tidak mungkin shalat itu hanya &lt;strong&gt;efektif &lt;/strong&gt;untuk yang satu jam. Yakinlah bahwa shalat yang satu jam harus bagus dan sisanya yang 23 jam harus lebih bagus lagi. Maka orang yang shalatnya khusyuk adalah orang yang mampu berkomunikasi dengan baik ketika shalat, dan sesudah shalat ia betul-betul produktif berbuat kebaikan terhadap umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa hikmah shalat yang bisa kita dapatkan?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt;, &lt;u&gt;Allah mengingatkan kita lima kali sehari tentang waktu. Orang yang khusyuk dalam shalatnya dapat dilihat dari sikapnya yang efektif menggunakan waktu.&lt;/u&gt; Ia tidak mau waktunya berlalu sia-sia, karena ia yakin bahwa waktu adalah nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran &lt;strong&gt;kedua &lt;/strong&gt;dari shalat adalah &lt;u&gt;kebersihan&lt;/u&gt;. Tidak akan pernah diterima shalat seseorang apabila tidak diawali dengan &lt;strong&gt;bersuci&lt;/strong&gt;. Hikmahnya, orang yang akan sukses adalah orang yang sangat cinta dengan hidup bersih. Dalam QS. As Syams: 9-10 Allah SWT berfirman: "&lt;em&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan sesungguhnya sangat merugi orang yang mengotori dirinya&lt;/em&gt;". Dengan kata lain, siapa yang shalatnya khusyuk maka ia akan selalu berpikir bagaimana lahir batinnya bisa selalu bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari dhahir, rumah harus bersih. Bersih dari sampah, dari kotoran, dan bersih dari barang-barang milik orang lain. Sikap pun harus bersih. Mata, telinga, dan juga lisan harus bersih dari maksiat dan hal-hal yang tak berguna. Dan yang terpenting pikiran dan hati kita harus bersih. Bersihnya hati akan memunculkan kepekaan terhadap setiap titik dosa, dan inilah awal dari kesuksesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt;, sebelum memulai shalat kita harus memasang &lt;strong&gt;niat&lt;/strong&gt;. Niat sangat penting dalam ibadah. Diterima tidaknya sebuh ibadah akan sangat dipengaruhi oleh niat. Seorang yang shalatnya khusyu akan selalu menjaga niat dalam setiap perbuatan yang dilakukannya. Ia tidak mau bertindak sebelum yakin niatnya lurus karena Allah. Ia yakin bahwa Allah hanya akan menerima amal yang ikhlas. Apa ciri orang ikhlas? Ia jarang kecewa dalam hidupnya. Dipuji dicaci, kaya miskin, dilihat tidak dilihat, tidak akan berpengaruh pada dirinya, karena semua yang dilakukannya mutlak untuk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah niat, shalat memiliki rukun yang tertib dan urutannya. Jadi, &lt;strong&gt;hikmah keempat &lt;/strong&gt;dari orang yang khusyuk dalam shalatnya adalah &lt;u&gt;cinta keteraturan&lt;/u&gt;. Ketidakteraturan hanya akan menjadi masalah. Shalat mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan hanya milik orang yang mau teratur dalam hidupnya. Orang yang shalatnya khusyuk dapat dilihat bagaimana ia bisa tertib, teratur, dan&lt;br /&gt;prosedural dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt;, hikmah dari manajemen shalat yang khusyuk adalah &lt;u&gt;tuma'ninah&lt;/u&gt;. Tuma'ninah mengandung arti tenang, konsentrasi, dan hadir dengan apa yang dilakukan. Shalat melatih kita memiliki ritme hidup yang indah, di mana setiap episode dinikmati dengan baik. Hak istirahat dipenuhi, hak keluarga, hak pikiran dipenuhi dengan sebaiknya. Rasulullah pun menganjurkan kita untuk proporsional dalam beragama, karena itu salah satu tanda kefakihan seseorang. Bila ini bisa kita lakukan dengan baik insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan yang paripurna., yaitu sukses di kantor, sukses di keluarga, dan sukses di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;, shalat memiliki &lt;u&gt;gerakan yang dinamis&lt;/u&gt;. Sujud adalah gerakan paling mengesankan dari dinamisasi shalat. Orang menganggap bahwa kepala merupakan sumber kemuliaan, tapi ketika sujud kepala dan kaki sama derajatnya. Bahkan setiap orang sama derajatnya ketika shalat. Ini mengandung hikmah bahwa dalam hidup kita harus tawadhu. Ketawadhuan adalah cerminan kesuksesan mengendalikan diri, mengenal Allah, dan mengenal hakikat hidupnya. Bila kita tawadhu (rendah hati) maka Allah akan mengangkat derajat kita. Kesuksesan seorang yang shalat dapat dilihat dari kesantunan, keramahan, dan kerendahan hatinya. Apa cirinya? Ia tidak melihat orang lain lebih rendah daripada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah &lt;strong&gt;terakhir &lt;/strong&gt;dari shalat yang khusyuk adalah &lt;u&gt;salam&lt;/u&gt;. Shalat selalu diakhiri dengan salam, yang merupakan sebuah doa semoga Allah memberikan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagimu. Ucapan salam ketika shalat merupakan garansi bahwa diri kita tidak akan pernah berbuat zalim pada orang lain. Ini adalah kunci sukses, karena setiap kali kita berbuat zalim, maka kezaliman itu akan kembali pada diri kita.&lt;/td&gt;                               &lt;td valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-4680693962185460200?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/4680693962185460200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=4680693962185460200&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4680693962185460200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4680693962185460200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/saat-terindah-bagi-seorang-pecinta.html' title=''/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-8914295447092383841</id><published>2009-03-31T10:33:00.003+07:00</published><updated>2009-03-31T10:38:40.759+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sholat'/><title type='text'>sholat n perenungannya</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;"hikmah shalat"  &lt;/span&gt;                                                                                                                                             &lt;/span&gt;                                                                                                                                          Ibadah shalat yang merupakan ibadah teragung dalam Islam termasuk ibadah yang kaya dengan kandungan hikmah kebaikan bagi orang yang melaksanakannya. Siapaun yang mengetahui dan pernah merasakannya mengakui hak itu, oleh karena itu dia tidak akan rela meninggalkannya, sebaliknya orang yang tidak pernah mengetahui akan berkata, untuk apa shalat? Dengan nada pengingkaran. &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertama:&lt;/strong&gt; Manusia memiliki dorongan nafsu kepada kebaikan dan keburukan, yang pertama ditumbuhkan dan yang kedua direm dan dikendalikan, dan sarana pengendali terbaik adalah ibadah shalat. Kenyataan membuktikan bahwa orang yang menegakkan shalat adalah orang yang paling minim melakukan tindak kemaksiatan dan kriminal, sebaliknya semakin jauh seseorang dari shalat, semakin terbuka peluang kemaksiatan dan kriminalnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Firman Allah, &lt;em&gt;“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut: 45).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari sini kita memahami makna dari penyandingan Allah antara menyia-nyiakan shalat dengan mengikuti syahwat yang berujung kepada kesesatan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Firman Allah, &lt;em&gt;“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kedua:&lt;/strong&gt; Seandainya seseorang telah terlanjur terjatuh kedalam kemaksiatan dan hal ini pasti terjadi karena tidak ada menusia yang ma’shum (terjaga dari dosa) selain para nabi dan rasul, maka shalat merupakan pembersih dan kaffarat terbaik untuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah saw mengumpamakan shalat lima waktu dengan sebuah sungai yang mengalir di depan pintu rumah salah seorang dari kita, lalu dia mandi di sungai itu lima kali dalam sehari semalam, adakah kotoran ditubuhnya yang masih tersisa?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari Abu Hurairah berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda,&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهْرَاً بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ مِنْهُ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ هَلْ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ؟ قَالُوا: لاَ يَبْقَى مِنْ دَرَنِهِ شَيْءٌ، قَالَ: فَذَلِكَ مَثَلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ يَمْحُو الله بِهِنَّ الخَطَايَا.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;“Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikit pun?” Mereka menjawab,”Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Rasulullah saw bersabda, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari Ibnu Mas’ud bahwa seorang laki-laki mendaratkan sebuah ciuman kepada seorang wanita, lalu dia datang kepada Nabi saw dan menyampaikan hal itu kepada beliau, maka Allah menurunkan, &lt;em&gt;“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Hud: 114)&lt;/em&gt; Laki-laki itu berkata, “Ini untukku?” Nabi saw menjawab, “Untuk seluruh umatku.” (Muttafaq Alaihi).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga:&lt;/strong&gt; Hidup manusia tidak terbebas dari ujian dan cobaan, kesulitan dan kesempitan dan dalam semua itu manusia memerlukan pegangan dan pijakan kokoh, jika tidak maka dia akan terseret dan tidak mampu mengatasinya untuk bisa keluar darinya dengan selamat seperti yang diharapkan, pijakan dan pegangan kokoh terbaik adalah shalat, dengannya seseorang menjadi kuat ibarat batu karang yang tidak bergeming di hantam ombak bertubu-tubi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Firman Allah, &lt;em&gt;“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (Al-Baqarah: 45).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Katsir berkata, “Adapun firman Allah, ‘Dan shalat’, maka shalat termasuk penolong terbesar dalam keteguhan dalam suatu perkara.”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Firman Allah, &lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 153).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Katsir berkata, “Allah Taala menjelaskan bahwa sarana terbaik sebagai penolong dalam memikul musibah adalah kesabaran dan shalat.”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Hudzaefah bahwa jika Rasulullah saw tertimpa suatu perkara yang berat maka beliau melakukan shalat. (HR. Abu Dawud nomor 1319).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keempat:&lt;/strong&gt; Hidup memiliki dua sisi, nikmat atau musibah, kebahagiaan atau kesedihan. Dua sisi yang menuntut sikap berbeda, syukur atau sabar. Akan tetapi persoalannya tidak mudah, karena manusia memiliki kecenderungan kufur pada saat meraih nikmat dan berkeluh kesah pada saat meraih musibah, dan inilah yang terjadi pada manusia secara umum, kecuali orang-orang yang shalat. Orang yang shalat akan mampu menyeimbangkan sikap pada kedua keadaan hidup tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Firman Allah, &lt;em&gt;“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya.” (Al-Ma’arij: 19-23).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Katsir berkata, “Kemudian Allah berfirman, ‘Kecuali orang-orang yang shalat’ yakni manusia dari sisi bahwa dia memiliki sifat-sifat tercela kecuali orang yang dijaga, diberi taufik dan ditunjukkan oleh Allah kepada kebaikan yang dimudahkan sebab-sebabnya olehNya dan mereka adalah orang-orang shalat.”&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagian dari hikmah yang penulis sebutkan di atas cukup untuk membuktikan bahwa shalat adalah ibadah mulia lagi agung di mana kita membutuhkannya dan bukan ia yang membutuhkan kita, dari sini kita mendapatkan ayat-ayat al-Qur`an menetapkan bahwa perkara shalat ini merupakan salah satu wasiat Allah kepada nabi-nabi dan wasiat nabi-nabi kepada umatnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman tentang Isa putra Maryam, &lt;em&gt;“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan dia mewasiatkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (Maryam: 31).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman tentang Musa, &lt;em&gt;“Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Thaha: 14).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman tentang Ismail, &lt;em&gt;“Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.” (Maryam: 55).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman tentang Ibrahim, &lt;em&gt;“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman tentang Nabi Muhammad, &lt;em&gt;“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (Thaha: 132).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-8914295447092383841?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/8914295447092383841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=8914295447092383841&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8914295447092383841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8914295447092383841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/sholat-n-perenungannya.html' title='sholat n perenungannya'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-6650667804495600396</id><published>2009-03-31T10:18:00.003+07:00</published><updated>2009-03-31T10:31:45.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AL ANKABUT'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KEYAKINAN'/><title type='text'>hikmah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;YAKIN AKAN KUASA AWOH&lt;/span&gt;                                                                                                                                                            Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Sehingga, Allahlah yang harus memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al Ankabut:29]: 60). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Betulkah ekonomi yang tak menentu sekarang ini yang menyebabkan 'penyakit' panik sangat mudah menyerang bangsa kita? Barangkali tidak, jika kita menyelam ke inti persoalannya, bahwa bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan kita umumnya tidak memiliki keyakinan. Karena tidak optimistis, kita menjadi gamang, marah, takut, dan khawatir yang berlebihan. Selanjutnya, tidak adanya keyakinan itu kadang mendorong kita nekat bertindak yang tak terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa keyakinan, manusia tak bisa hidup. Akan terus diselimuti keragu-raguan yang mematikan. Keraguan itu menjadi sebab dari ketidaktenangan hidup dan perasaan tidak aman. Maka, kita harus yakin bahwa kita hidup di dunia ini bukan kemauan kita sendiri. Bukan karena kemauan orang tua. Juga tidak atas usulan siapa pun juga. Kita lahir dan hidup di dunia ini karena kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lahir dan hidup atas kehendak-Nya, maka Dialah yang akan mengurus kita. Jika Allah telah menciptakan kita, maka Dia tentu yang memelihara kita. Keyakinan ini harus ditanamkan pada diri kita, agar tidak takut menghadapi kesulitan hidup. Bukankah kehidupan itu sendiri merupakan bagian dari ciptaan Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun hebatnya krisis, tak perlu takut dan khawatir kekurangan rezeki Allah. Yang menjamin rezeki kita selama ini bukan manusia atau negara. Melainkan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kepada-Nya kita meminta dan mohon bantuan serta perlindungan-Nya. Jika suatu persoalan diselesaikan dengan emosi, hasilnya pasti merugikan masyarakat dan diri sendiri. Bila kini kita diuji dengan krisis ekonomi, maka dengan modal keyakinan kita gerakkan seluruh potensi yang kita miliki untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diperlukan sedikit kesabaran, di samping kerja keras dari semua komponen di negeri ini. Jaga kesatuan dan persatuan, dengan itu kita bisa maju. Sebaliknya, jika kita terpecah dan saling menyalahkan kehancuran akan datang. ''Bersatu (jamaah) akan mendapatkan rahmat, dan berpecah belah mendapatkan bencana (azab).'' (HR Ahmad). Dan, siapa yang akan menyanggah janji Allah bahwa dia menjamin akan mengangkat setiap problem kita?                                   &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;''Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.'' (QS Al Insyirah [94]: 5-6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut diulang sampai dua kali secara berturut-turut, yang maksudnya untuk menyakinkan kita bahwa bersama kesulitan itu ada solusi yang terbaik. Masihkan kita tidak yakin, masihkan kita gamang melihat hidup?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-6650667804495600396?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/6650667804495600396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=6650667804495600396&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/6650667804495600396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/6650667804495600396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/hikmah.html' title='hikmah'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-8316213697888156075</id><published>2009-03-28T21:17:00.002+07:00</published><updated>2009-03-28T21:42:35.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mujahadah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='al-qur&apos;an'/><title type='text'>Mujahadah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc43Ge67rwI/AAAAAAAAAB0/9ZRzyNpyWFE/s1600-h/mujahadah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 145px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc43Ge67rwI/AAAAAAAAAB0/9ZRzyNpyWFE/s320/mujahadah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318248794490121986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Q.S. Al-Ankabut: 69).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Abu Nadhrah telah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, suatu hari, Rasulullah SAW ditanya tentang jihad yang paling utama, Beliau bersabda, “Menyampaikan kalimat yang benar kepada raja yang zhalim.” Mendengar sabda Rasulullah SAW, berlinanglah air mata Abu Said RA. Abu Ali Daqaq berkata,”Barangsiapa menghiasi lahirnya dengan mujahadah, Allah SWT akan mempercantik hatinya dengan musyahadah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah berfirman, “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan Allah) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” Barang siapa yang tidak mau bermujahadah di permulaannya, maka dia tidak akan pernah menemui sesuatu pada jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Abu Utsman Al-Maghribi berkata,”Barangsiapa mengira telah melihat sesuatu atau ada sesuatu yang telah dibukakan baginya jalan ini, sedangkan dia tidak pernah bermujahadah. Sungguh, dia telah keliru.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abu Ali Ad-Daqad berkata, “Barangsiapa dipermulaan perjalanannya tidak mau berdiri, maka di akhir perjalanannya tidak akan bisa duduk.” Dia juga mengatakan, “Bergerak membawa berkah. Karena itu, gerakan pada lahir membawa berkah bagi hati.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Hasan bin Alawiyah mengutip pernyataan Abu Yazid Al-Bisthami, “Duabelas tahun aku menundukkan nafsuku. Lima tahun aku berada pada cermin hatiku, dan satu tahun aku melihat apa yang ada di sana. Ternyata, aku melihat pada perutku ada tali pengikat yang tampak. Karena itu, aku berusaha memutuskannya selama dua belas tahun. Kemudian aku melihat ternyata pada batinku ada tali pengikat yang tampak. Karena itu, aku berusaha bagaimana aku telah memotongnya. Maka dibukakan bagiku. Lalu, aku melihat makhluk. Ternyata, mereka semua telah mati. Aku mengucapkan takbir atas kematian mereka empat kali.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Diriwayatkan, Syekh Junaidi Al-Baghdadi berkata dengan menukilkan pernyataan Sirri As-Saqati, “Wahai sekalian anak muda. Bersungguh-sungguhlah sebelum kamu menjadi seperti saya, lalu kamu akan lemah dan tidak berdaya seperti aku.” Padahal pada saat itu, dia belum lemah dalam beribadah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hasan Al-Qazzaz berkata, “Jalan ini ditempuh di atas tiga perkara, yaitu tidak makan kecuali telah lapar, tidak tidur kecuali telah mengantuk, dan tidak berbicara kecuali seperlunya saja”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibrahim bin Adham berkata, “Seseorang tidak akan mencapai derajat shalihin kecuali telah melewati enam tingkatan, yaitu menutup pintu kenikmatan dan membuka pintu kesusahan, menutup pintu kemulyaan dan membuka pintu kehinaan, menutup pintu kemudahan dan dan membuka pintu kesusahan, menutup pintu tidur dan membuka pintu terjaga, menutup pintu kekayaan dan membuka pintu fakir, menutup pintu angan-angan dan membuka pintu siap mati.” Abu Umar bin Najid berkata, “Barangsiapa memulyakan nafsunya berarti telah menghinakan agamanya”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abu Ali Ar-Ruzbari berkata, “Apabila ada seorang sufi telah tidak makan lima hari mengatakan, ‘aku lapar’, maka bawalah dia ke pasar dan suruhlah dia bekerja.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dzun Nun Al-Mishri berkata, “Tidak ada seorang hamba yang lebih dimulyakan Allah SWT daripada orang  yang telah ditunjukkan agar merendahkan dirinya. Tidak ada seorang hamba yang lebih dihinakan Allah SWT dari pada orang yang terhalang dari merendahkan dirinya.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibrahim Al-Khawash berkata, “Tidak ada sesuatu yang menyusahkanku kecuali aku akan mengendarainya.” Dia juga mengatakan, “Muhammad bin Fadhal telah berkata kepadaku, ‘Kedamaian adalah bersih dari angan-angan dan nafsu’”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manshur bin Abdullah berkata, Aku mendengar Abu Ali Ar-Rauzibari berkata, “Kerusakan itu masuk dari tiga pintu, yaitu perangai yang sakit, kebiasaan mengikuti tradisi, dan pergaulan yang buruk.” Aku bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan peragai yang sakit? Dia berkata, “Memakan yang haram.” Aku bertanya, “Apa yang dimaksud engan kebiasaan mengikuti tradisi?” Dia berkata, “Melihat dan mendengarkan sesuatu yang haram dan berghibah.” Aku bertanya, “Apa yang dimaksud dengan pergaulan buruk?” Dia berkata, “Mengikuti setiap nafsu yang bergejolak”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; An-Nashrabazi berkata, “Nafsumu telah memenjarakanmu. Jika keluar darinya, kamu akan menemukan kedamaian abadi”.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Abul Hasan Al-Warraq berkata, “Beberapa ketetapan yang paling penting sebagai pelajaran dasar bagi kami di mesjid Abu Ustman adalah pertama, mengutamakan apa yang akan dibukakan ke atas kami, agar kami tidak bermalam pada waktu yang telah diketahui. Kedua, bila ada orang yang datang kepada kami dengan sesuatu yang tidak menyenangkan agar kami tidak menyakitinya, tetapi harus memaafkannya dan merendahkan diri kepadanya. Ketiga, bila dihati kami ada perasaan menghinakan seseorang, kami harus berdiri melayaninya. Mujahadah orang awam adalah memperbaiki amal, sementara mujahadah orang khawash adalah memperbaiki keadaan hati. Sungguh, mudah menahan lapar, haus, dan kantuk tetapi amat sulit dan sukar mengobati akhlak yang buruk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Demikian ungkapan para sufi tentang mujahadah, semoga akan bermanfat bagi kita semua dalam menempuh jalan menuju Allah SWT. Semoga kita semua akan diberi kekuatan oleh Allah untuk selalu bisa bermujahadah di jalan nya sehingga menjadi orang-orang yang Menang. Amien Ra Rabbal “Alamin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-8316213697888156075?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/8316213697888156075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=8316213697888156075&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8316213697888156075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/8316213697888156075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/mujahadah.html' title='Mujahadah'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc43Ge67rwI/AAAAAAAAAB0/9ZRzyNpyWFE/s72-c/mujahadah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-4021448122013064094</id><published>2009-03-28T20:23:00.004+07:00</published><updated>2009-03-28T20:44:35.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='walisongo'/><title type='text'>Wali songo</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc4phLEewoI/AAAAAAAAABs/UJ2L3ZngE9Q/s1600-h/Walisongo+Lengkap.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc4phLEewoI/AAAAAAAAABs/UJ2L3ZngE9Q/s320/Walisongo+Lengkap.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318233859855139458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan Wali Songo Generasi I (Pertama) Tahun 1404 M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Malik Ibrahim, asal Turki, ahli tatanegara, dakwah di jawa timur wafat di gresik thn 1419&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Ishaq, asal Samarkhand Rusia, ahli pengobatan, dakwah di Jawa &amp;amp; Aceh,wafat di Pasai 1419&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Ahmad Jumadil Qubra, ahli tatanegara,ilmu perang ,asal Mesir dakwah keliling jawa dan Nusantara , Makam di Trowulan Mojokerto&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Muhammad Al Maghrobi, asal Maghribi daerah Maroko, ahli tata negara dan agronomi,sunan Geseng makam di Jatinom Klaten th 1465;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Malik Isroil, asal Turki , ahli mengatur negara dimakamkan di Gn. Santri dekat serang-merak th 1435&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar asal Persia Iran , ahli pengobatan, dimakamkan di Gn. Santri th 1435 .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Hasanuddin, asal Palestina, pendakwah keliling, wafat th 1462 samping Masjid Banten Lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Maulana Aliyyudin, asal Palestina pendakwah keliling, wafat th 1462 samping Masjid Banten Lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Subakir, ahli mahluk ghoib dan penakluk sihir, tinggal di Tanah Jawa beberapa waktu lalu, namun wafat di persia 1462&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dewan Wali Songo Generasi II th 1436 M (Masuk 3 orang, menggantikan 3 orang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Raden Rahmat Ali Rahmatulloh (Sunan Ampel) berasal dari Cempa Muangthai Selatan, dtg tahun 1421 M, Ampel-Surabaya, menggantikan "Syekh Maulana Malik Ibrahim"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sayid Ja'far Shodiq, asal Palestina, th 1436 H. tinggal di Kudus dikenal sebagai Sunan Kudus, menggantikan "Syekh Maulana Malik Isroil"&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) th. 1436 menggantikan "Syekh Maulana Muhammad Ali Akbar"&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalau Generasi 3 pasti sudah tahu :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Sunan Giri pengganti Maulana Ishaq yang pulang ke Pasai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunan Kali Jaga -Rd Syahid- mengganti syekh Subakir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rd Makdum Ibrahim (Sn Bonang) menggantikan syekh Hasanuddin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rd Qosim (Sn Drajat) menggantikan Syekh Aliyyudin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Generasi ke 4 th 1466M&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rd Fatah pengganti Syekh Ahmad Jumadil Qubro&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fathullah Khan /Fadillah Khan pengganti Syekh al Maghrobi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Generasi ke 5 :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Rd Umar Sahid (sn Muria) &lt;, ini saya lupa mencatat menggantikan siapa heheheheh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang : awalnya amasuk deretan dewan wali songo namun karena lama-lama ajarannya dianggap menyimpang dari syariat agama Islam oleh dewan wali songo , maka mendapat hukuman mati.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunan Tembayat atau Adipati Pandan Aran menggantikan Syekh Siti Jenar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-4021448122013064094?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/4021448122013064094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=4021448122013064094&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4021448122013064094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4021448122013064094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/wali-songo.html' title='Wali songo'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc4phLEewoI/AAAAAAAAABs/UJ2L3ZngE9Q/s72-c/Walisongo+Lengkap.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-4648118516761554659</id><published>2009-03-26T12:43:00.005+07:00</published><updated>2009-03-28T21:14:59.962+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tasawwuf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='as-sunnah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sufi'/><title type='text'>Aliran Tasawwuf / Sufi begitu suburny...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3hg138AUI/AAAAAAAAABc/-vau77b21Hs/s320/tasawuf.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 236px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3hg138AUI/AAAAAAAAABc/-vau77b21Hs/s320/tasawuf.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;Sejarah Tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gerakan tasawuf baru muncul paska era Shahabat dan Tabi\'in? Kenapa tidak muncul pada masa Nabi? Jawabnya, saat itu kondisinya tidak membutuhkan tasawuf. Perilaku umat masih sangat stabil. Sisi akal, jasmani dan ruhani yang menjadi garapan Islam masih dijalankan secara seimbang. Cara pandang hidupnya jauh dari budaya pragmatisme, materialisme dan hedonisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf sebagai nomenklatur sebuah perlawanan terhadap budaya materialisme belum ada, bahkan tidak dibutuhkan. Karena Nabi, para Shahabat dan para Tabi\'in pada hakikatnya sudah sufi: sebuah perilaku yang tidak pernah mengagungkan kehidupan dunia, tapi juga tidak meremehkannya. Selalu ingat pada Allah Swt sebagai sang Khaliq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kekuasaan Islam makin meluas. Ketika kehidupan ekonomi dan sosial makin mapan, mulailah orang-orang lalai pada sisi ruhani. Budaya hedonisme pun menjadi fenomena umum. Saat itulah timbul gerakan tasawuf (sekitar abad 2 Hijriah). Gerakan yang bertujuan untuk mengingatkan tentang hakikat hidup. Konon, menurut pengarang Kasf adh-Dhunun, orang yang pertama kali dijuluki as-shufi adalah Abu Hasyim as-Shufi (w. 150 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urgensitas Tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali dalam an-Nusrah an-Nabawiahnya mengatakan bahwa mendalami dunia tasawuf itu penting sekali. Karena, selain Nabi, tidak ada satupun manusia yang bisa lepas dari penyakit hati seperti riya, dengki, hasud dll. Dan, dalam pandangannya, tasawuf lah yang bisa mengobati penyakit hati itu. Karena, tasawuf konsentrasi pada tiga hal dimana ketiga-tiganya sangat dianjurkan oleh al-Qur\'an al-karim. Pertama, selalu melakukan kontrol diri, muraqabah dan muhasabah. Kedua, selalu berdzikir dan mengingat Allah Swt. Ketiga, menanamkan sifat zuhud, cinta damai, jujur,sabar, syukur, tawakal, dermawan dan ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat konsenstrasi bahasan tasawuf di atas, jelas sekali bahwa tasawuf bagian dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf dan Tuduhan-Tuduhan Miring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi objektifitas, menilai apakah tasawuf melenceng dari ajaran Islam apa tidak, kita harus melewati beberapa kriteria di bawah ini. Dengan kriteria ini secara otomatis kita bisa mengukur hakikat tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama sekali, penilaian harus melampaui tataran kulit, dan langsung masuk pada substansi materi dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa substansi materi tasawuf? Seperti dijelaskan di atas tujuan tasawuf adalah dalam rangka membersihkan hati, mengamalkan hal-hal yang baik, dan meninggalkan hal-hal yang jelek. Seorang sufi dituntut selalu ikhlas, ridha, tawakal, dan zuhud - tanpa sama sekali mengatakan bahwa kehidupan dunia tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Menilai secara objektif, jauh dari sifat tendensius dan menggenalisir masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap ini sangat penting. Karena pembacaan terhadap sebuah kasus yang sudah didahului oleh kesimpulan paten akan menghalangi objektifitas, dan memburamkan kebenaran sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, memahami istilah atau terminologi yang biasa digunakan para sufi, sehingga kita tidak terjebak kepada ketergesa-gesaan dalam memvonis sebuah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya dalam dunia sufi dikenal istilah zuhud. Kemudian orang sering salah mengartikan bahwa zuhud adalah benci segala hal duniawi. Zuhud identik dengan malas kerja, dst. Padahal kalau kita teliti dengan sedikit kesabaran tentang apa itu arti zuhud yang dimaksud para sufi, maka kita akan menemukan bahwa zuhud yang dimaksud tidak seperti persepsi di atas. Abu Thalib al-Maki, seorang tokoh sufi, misalnya, punya pandangan bahwa bekerja dan memiliki harta sama sekali tidak mengurangi arti zuhud dan tawakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, dalam vonis hukum, kita perlu membedakan antara hukum sufi yang mengucapkan kata-kata dalam keadan ecstasy dan dalam keadaan sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini penting sekali, supaya kita tidak terjebak pada sikap ekstrim seperti memvonis kafir, musyrik, fasik, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di atas sama sekali tidak berarti mau mengatakan bahwa sejarah sufi, putih bersih. Ada masa-masa dimana sufi atau oknum kaum sufi melenceng dari hakikat ajaran Islam, terutama setelah berkembangnya tasawuf falsafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa penyimpangan kaum sufi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="smalltype"&gt; 1.   Menyepelekan kehidupan duniawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="smalltype"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;2.  Terjebak pada pola pandang jabariah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="smalltype"&gt; 3.&lt;/span&gt;&lt;span class="smalltype"&gt;  Mengaku-ngaku bahwa Allah Swt telah membebaskannya dari hukum taklif, seperti shalat, puasa, dll. Dan semua hal bagi dirinya halal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-4648118516761554659?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/4648118516761554659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=4648118516761554659&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4648118516761554659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4648118516761554659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/aliran-tasawwuf-sufi-begitu-suburny.html' title='Aliran Tasawwuf / Sufi begitu suburny...'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3hg138AUI/AAAAAAAAABc/-vau77b21Hs/s72-c/tasawuf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-5723343235941531157</id><published>2009-03-26T04:06:00.004+07:00</published><updated>2009-03-28T15:48:42.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diriku'/><title type='text'>welcome</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3kQwlJctI/AAAAAAAAABk/aiuZymQyfDA/s1600-h/perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 270px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3kQwlJctI/AAAAAAAAABk/aiuZymQyfDA/s320/perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318157711564174034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selamat datang para lover tasawuf n mari saling mengisi n berbagi arti perjalanan hidup ini&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-5723343235941531157?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/5723343235941531157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=5723343235941531157&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/5723343235941531157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/5723343235941531157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/welcome.html' title='welcome'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/Sc3kQwlJctI/AAAAAAAAABk/aiuZymQyfDA/s72-c/perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8376604695780223905.post-4475520515579714990</id><published>2009-03-23T21:54:00.000+07:00</published><updated>2009-03-28T22:30:07.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suluk'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syech ahmad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syekh abdul qodir al-jailani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='imam ghozali'/><title type='text'>Gambar Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tasawuf.info/ressources/photos/jamaa/jamaa_sanawi_ws_2006_01.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 328px; height: 328px;" src="http://www.tasawuf.info/ressources/photos/jamaa/jamaa_sanawi_ws_2006_01.JPG" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/R6kkJozIjTI/AAAAAAAAAhU/JRX3dZHQf6Q/s400/Al_Ghazalli.png"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 327px; height: 418px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/R6kkJozIjTI/AAAAAAAAAhU/JRX3dZHQf6Q/s400/Al_Ghazalli.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Rd4ZKplj1XU/SU_35dHeo2I/AAAAAAAAAE4/ppiXpr_rPMU/s400/Tasawuf3.jpeg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 327px; height: 324px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Rd4ZKplj1XU/SU_35dHeo2I/AAAAAAAAAE4/ppiXpr_rPMU/s400/Tasawuf3.jpeg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos.friendster.com/photos/group/13/78/818731/226100237035s.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 327px; height: 418px;" src="http://photos.friendster.com/photos/group/13/78/818731/226100237035s.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8376604695780223905-4475520515579714990?l=syarifarzu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syarifarzu.blogspot.com/feeds/4475520515579714990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8376604695780223905&amp;postID=4475520515579714990&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4475520515579714990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8376604695780223905/posts/default/4475520515579714990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syarifarzu.blogspot.com/2009/03/gambar-jiwa.html' title='Gambar Jiwa'/><author><name>Muhammad Syarif Hidayatullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13578955989450979549</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_mf2gek4WtYQ/ScsW2dIpqvI/AAAAAAAAAAM/Bh1nNYgtgkY/S220/26032009183.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U0aeF5WySi0/R6kkJozIjTI/AAAAAAAAAhU/JRX3dZHQf6Q/s72-c/Al_Ghazalli.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
